Selasa, 23 Oktober 2012

novel senja di jakarta (tulisan ibd)


Sinopsis
           
Dalam novel Senja di Jakarta isinya mengisahkan tentang penghidupan sosial politik di sebuah kota besar yang pada saat itu menjadi salah satu kota besar di asia yaitu Jakarta di mana di dalamya mengupas tentang bagaimana kesenjangan sosial antara kaum yang miskin dengan kaum yang kaya dan bagaimana praktek-praktek korupsi di kalangan para pejabat dan elit politik merajalela yang membuat suasana kehidupan politik kacau balau dengan ditandai jatuh bangunnya kabinet pemerintahan yang ada di Indonesia pada saat itu. Isi cerita novel ini dimulai dari kisah seseorang yang bemama Saimun dan temannya yang bernama Itam yang pekerjaannya setiap harinya adalah sebagai pemungut sampah yang keduanya bercita-cita menjadi supir dan ingin mengubah hidupnya lebih baik dan seseorang yang hanya mencari sesuap nasi dengan hasil mengais sampah.
            Berbeda dengan Itam dan Saimun yang setiap hari hidup didalam lembah kemiskinan dan merasakan bagaimana pedihnya hidup dalam lembah kesengsaraan, di lain pihak suryono adalah anak dan seorang konglomerat anggota partai pemerintah yang tiap hari hidup dalam kemewahan dan segala fasilitas didapatkannya dengan mudah dikarenakan dia memiliki orang tua yang kaya yang bemama Raden Kaslan seorang pedagang dan sekaligus anggota sebuah partai besar di Indonesia yang dipimpin oleh seorang yang bernama Husin Limbara.
Suryono merupakan sosok seorang muda yang hidupnya penuh dengan kemewahan yang akhirnya terlibat kisah cinta dengan banyak wanita yaitu Fatma, Dahlia, dan Iesye dan salah satu dan wanita itu adalah tak lain dan istri muda ayahnya yang bernama Fatma,kemudian seorang lagi merupakan istri dan seorang pegawai pemerintahan yang bemama Dahlia sedangkan Isye merupakan seorang gadis yang akhirnya mengakhiri hubungan dengan Suryono dikarenakan ketidakpercayaannya dengan kepribadian Suryono yang tidak punya pendirian teguh dan tiba-tiba berubah dalam waktu sesaat memperoleh kekayaan yang sangat melimpah sebingga menimbulkan kecurigaan dalam hatinya dan akhirnya mengakhiri hubungannya dengan Suryono.
Di lain pihak Husin Limbara yang tak lain adalah pemimpin partai buruh yang menyokong pemerintah dipusingkan dengan bagaimana mencari sumber dana untuk membiayai pemilihan umum yang sebentar lagi akan berlangsung,kemudian. Dia mengumpulkan seluruh anggotanya yang salah satunya adalah Raden Kaslan dan berdiskusi bagaimana mencari jalan keluar mencari dana untuk partai dalam menghadapi pemilihan umum dan akhirnya dicapai kesepakatan untuk membuka usaha perdagangan ekspor-impor dan anggota-anggotanya menjadi pemimpin perusahaan tersebut bahkan Raden Kaslan mengangkat putra dan istrinya yang tak lain Suryono dan Fatma untuk menduduki jabatan sebagai pemimpin perusahaan. Disinilah awal terjadinya masalah, sejak dimulai usaha pencarian dana untuk membiayai kampaye partai dalam pemilihan umum banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan diantaranya terjadinya praktek korupsi besar-besaran, uang yang seharusnya menjadi kas partai banyak dimanfaatkan untuk memperkaya diri sendiri dan akhimya terjadi kecurigaan dari khalayak luas dan yang paling gencar memberitakan dan menggunjing dari perubahan besar yang terjadi dan para anggota partai yang semakin hari semakin kaya adalah pihak oposisi adalah Raden Kaslan. Ia berniat mengamankan dirinya dengan kabur keluar negeri. Lain halnya dengan Suryono yang tak lain adalah anak Raden Kaslan, Ia pun berusaha menghindari konflik politik tersebut dengan berencana pergi keluar Jakarta yaitu pergi ke sebuah kota kecil di daerah jawa besama-sama dengan Fatma yang tak lain adalah isteri muda ayahnya. Tetapi naas bagi Suryono pada saat ia pergi, di perjalanan Ia mengalami kecelakaan. Mobil yang di tumpangi Suryono menabrak pembatas jalan dan akhirnya Suryono tewas di rumah sakit.
            Konflik politik yang terjadi pada saat itu berimbas pada kondisi perekonomian yang sangat kacau, banyak bahan kebutuhan pokok yang sangat sulit didapat sehingga menimbulkan antrian-antrian bagi orang yang ingin memperolehnya. Hal itu juga terasa sekali oleh Itam ia harus rela antri berjamjam haya untuk mendapatkan bahan makanan,tapi sial setelah sekian lama mengantri barang yang di inginkannya itu teryata habis sehingga banyak diantaranya yang marah dan berusaha untuk bertindak anarkis dan berusaha untuk menghancurkan warung tak terkecuali dengan Itam, Ia sangat marah dan menyerbu bersama-sama yang lainnya. Di satu pihak, Murhalim yang melihat kejadian tersebut tergugah hatinya dan berusaha untuk melerai dan menenangkan massa yang marah pada saat itu, namun bukanya berhasil Murhalim justru menjadi lampiasan kemarahan massa, Ia di hajar habis-habisan dan akhirnya ia tewas di keroyok massa. Saat kerusuhan itu terjadi datanglah polisi dan berusaha meredam amukan massa namun Itam yang sangat marah justru berusaha menyerang polisi dan akhimya ia pun tewas setelah timah panas polisi secara tidak sengaja mengenai kepalanya.





Unsur Intrinsik
           
a.         Tema
                        Dalam novel ini tema yang bisa di ambil yaitu “Politik dan   Kehidupan”.
           
b.         Alur
                        Setelah dikaji dan dipahami isinya, novel “Senja di Jakarta” seluruhnya menggunakan alur maju dimana alurnya sangat padu dan memiliki keterkaitan antara konflik yang satu dengan yang lainnya. Hal ini juga dapat dilihat dari bab demi bab yang awalnya tertulis bukan sebagai judul dari setiap babnya.
            
c.         Tokoh dan Penokohan
                        Dalam novel “Senja di Jakarta” terdapat banyak tokoh diantaranya             yaitu Itam, Saimun, dan Pak Ijo merupakan tokoh orang miskin yang kesehariannya mencari makan dengan cara menjadi pemulung, tukang becak dan menjadi kusir delman dan merupakan orang yang            paling menderita yang diakibatkan konflik di dalam cerita.Suryono merupakan intelektual muda anak dan Raden Kaslan yang hidupnya penuh dengan kemewahan dan suka berkencan dengan banyak perempuan.Raden Kaslan merupakan pedagang kaya anggota Partai Indonesia yang berambisi menambah kekayaannya dan memiliki istri muda yang cantik.Fauna merupakan istri muda Raden Kaslan dan merupakan wanita yang sering di kencani Suryono walaupun ia tahu Suryono itu anak suaminya.Husma Limbara merupakan pimpinan partai lndonesia dan berniat memenangkan pemilihan umum dan berusaha mencari dana untuk membiayai kampanye partainya tetapi akhirnya terlibat skandal korupsi. Halim merupakan pemimpin percetakan surat kabar yang asalnya membela pemerintah demi mendapatkan uang, tapi pada akhirnya membelot membela oposisi. Isye, Akhmad, dan Murhalim merupakan intelektul muda yang sering berdiskusi dan memiliki paham yang berbeda-beda tentang konsep sistem pemerintahan yang masing-masing ingin di terapkan di Indonesia seperti paham komunis,Negara Islam dan Liberal. Sugeng merupakan pegawai pemerintahan yag pada mulanya jujur dan baik tetapi akhirnya terlibat korupsi karena atas dasar desakan isterinya yang menginginkan kehidupan yang lebih baik. Hasnah merupakan isteri Sugeng yang pada awalnya sangat ingin hidup layak tapi akhirnya menyesal setelah suaminya melakukan tindakan korupsi. Dahlia merupakan isteri Pranoto yang berbuat serong dengan Suryono demi mendapatkan harta dan mencari uang untuk menutupi kebutuhannya yang tidak bisa di penuhi suaminya. Pranoto merupakan pegawai pemerintah yang baik tetapi di khianati isterinya.

d.         Latar atau Setting
            Dalam novel “Senja di Jakarta” mengambil latar tempat di Jakarta dan latar waktunya adalah kira-kira tahun 60-an.

e.         Gaya Penulisan
            Penulis dalam novel “Senja di Jakarta” bertindak sebagai orang ketiga dan bukan bertindak sebagai tokoh utama, ia menceritakan tentang konflik tokoh-tokohnya. Selain itu juga gaya penulisan / gaya bahasa yang digunakan yaitu memakai bahasa Indonesia dan sedikit tercampur dengan bahasa yang digunakan dalam betawi atau perpaduan bahasa indonesia dan betawi.

Amanat
            Novel “Senja di Jakata” ini di dalam alur ceritanya banyak terjadi konflik yang cukup seru untuk di simak dan didalamnya kita bisa menarik kesimpulan dan memetik hikmah diantaranya yaitu pada saat terjadi kesenjangan sosial antara sikaya dan simiskin, hendaknya timbul kesadaran bagi sikaya untuk membantu orang yang sangat membutuhkan uluran tangan demi menyambung hidup. Selain itu juga hendaknya kita sebagai pembaca jangan meniru tokoh-tokoh dalam novel ini terutama mereka yang mencari kekayaan dengan cara melakukan korupsi, penipuan terhadap orang lain karena bisa berakibat merugikan orang lain. Dan yang tak kalah penting yang bisa kita ambil hikmah adalah bagaimana konflik politik yang sangat kacau bisa berakibat buruk bagi semua hal baik itu perekonomian ataupun hal-hal lain yang akhirnya memicu ketegangan yang menyebabkan suasana Negara yang sangat kacau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar